Minggu, 26 Februari 2012

PIZZA : The Real Story

Can you believe tahat there are just three simple ingredients for one of world's best loved snacks? Well, it's true. All you need to make pizza dough is some flour, water, and yeast.

The world pizza was used long ago in the year 997 in Italy. At that time pizza looked very different. At first, Romans cooked dough on hot stones. They shaped the dough inti disks, and put some onion, garlic, olive oil, and vinegar on them. In the eighteenth century tomatoes were added to pizzas. Now we usually think of pizza as baked dough with tomato sauce and cheese, but there are many different toppings. Pepperoni, olives, onions, and even pineapple are some of the toppings on pizza now.

Today pizza can be found all over the world. it is a very popular food for both children and adults. Whwnever parents ask their children what they want for dinner, you can hear them answer, "Pizza,please!!"

yeah, Pizza and Pizza :D


#postcards2

Lentera Kesuraman Kalbuku ♥

Dikala aku terombang ambing diatas liarnya ombak,
saat aku terkepung oleh awan-awan hitam garang,
saat aku ditinggalkan,dan saat aku tak lagi bisa tuk berdiri tegak,
engkau datang. Engkau menyelamatkanku dengan perahu bajamu,
dengan kegigihan jiwamu,ya engkau datang kehidupku.
dan yaaa engkau penyelamatku, engkau pahlawanku.

Memang awalnya tak pernah bisa kulupakan mimpi buruk itu,
namun detik terus berdenting, menit pun berjalan, dan jam pun terus berganti,
engkau selalu menjadi peri hariku & aku pun bisa melupakan mimpi kelam itu!
Rasa perih pedih yang begitu menyakitkan hati ini,
yang begitu dalamnya menggores relung hati ini,
yang sekian lama tak dapatku ikhlaskan,
kini dapat kau hapus dengan kasih sayangmu.
Denganmu kini aku seperti sesuatu yang baru,yang lebih baik dari yg lalu,
aku selalu berharap, dalam detik nafasku engkau selalu denganku :')

Dear my beloved :* Muhammad Ghilman Firdaus



Jumat, 24 Februari 2012

Akulah Kegelapan di Balik Sinar


“ Aku ingin menjadi emas di mata kalian,
Aku ingin selalu terlihat elok di mata kalian,
Pujilah aku setiap kalian memandangku,
Karena akulah yang terindah, diantara semua”

Ya, sebait kata-kata itu adalah alunan yang selalu terlontar dari bisa-bisa manis para penyimpang sosial yang akan saya bahas dalam sedikit kisah ini. Kisah ini adalah berasal dari realita kehidupan remaja masa kini.
            Mungkin sekilas akan terbesit tanya di dalam hati kalian, apa maksud dari sebait kata diatas. Suatu cerminan yang berawal dari perilaku menyimpang yang disebabkan oleh kemewahan belaka. Kemewahan yang di jadikan bahan agar seorang individu mendapat pujian dari suatu kelompok sosial. Kemewahan yang semestinya tidak di pamerkan, karena kemewahan yang siswa/i sekarang punya ini adalah kemewahan orang tuanya.
            Sedikit kisah yang saya kutip ini terjadi di sekitar kita. Yaitu suatu penyimpang sosial yang dilakukan oleh siswa/i yang nekat mengambil hak atau kemilikan dari temannya sendiri yang semata hanya untuk mendapat sebuah pujian.
            Awalnya si penyimpang tersebut mengambil barang-barang yang nilainya kecil seperti aksesoris dsb. Namun lambat laun, ia semakin berulah. Dari barang yang nilainya kecil, menjadi barang yang nilainya besar (berharga). Sebenarnya kasus ini termasuk ke dalam tindakan kriminal, akan tetapi karena aksinya yang hebat maka perbuatannya itu terungkap dalam waktu lama (tidak langsung ketahuan). Seperti dalam pribahasa “Sedalam-dalamnya bangkai di kubur pasti akan tercium baunya,” ya, begitulah cerminannya.

            Selain kasus itu ada kasus yang tidak jauh beda. Yaitu siswa/i yang rela meminjam uang atau meminjam barang pada temannya, seperti baju yang hanya untuk bergaya. Biasanya hal tersebut mereka lakukan karena mereka terbawa arus dan zaman serta terpengaruh oleh media massa.