Selasa, 21 Februari 2012

LITOSFER ~ geografi x SMA

A.        Litosfer dan Lapisannya
Kata Litosfer berasal dari bahasa Yunani, yaitu lithos yang artinya batuan dan sphera yang artinya lapisan. Jadi, arti Litosfer yaitu lapisan kulit bumi bagian terluar yang berupa bahan padat.
                                                                  SiAl (silisium dan alumunium)
LAPISAN UTAMA LITOSFER                  
                                                                   SiMa (silisium dan magnesium)
B. Batuan Penyusun Permukaan Bumi
          Bumi tersusun dari berbagai mineral yang disebut batuan.  Induk batuan litosfer yaitu magma. Magma yaitu batuan cair pijar yang terdapat dibawah kerak bumi. Magma mengalami proses perubahan hingga menjadi Batuan.
Terdapat 3 macam batuan :

1. Batuan Beku
Batu ini terbentuk dari magma yang membeku. Ciri – cirinya yaitu homogen dan kompak, tidak ada pelapisan, dan tidak memangandung fosil. Contoh : batu apung.

2. Batuan Sedimen
       Batu ini terbentuk melalui proses pengendapan (sedimentasi).

Berikut terdapat 3 jenis Batuan sedimen :
a. Batuan Sedimen klasik berasal dari campuran hancuran batuan beku.
b. Batuan sedimen kimiaawi berasal dari endapan hasil pelarutan.
c. Batuan sedimen organik berasal dari endapan sisa hewan dan tumbuhan laut.

3. Batuan Malihan (Metamorf)
       Batuan metamorf adalah batuan yang telah mengalami perubahan baik fisik maupun kimiawinya. Proses perubahan batuan dipengaruhi oleh suhu yang tinggi, tekanan yang kuat dan waktu yang lama. Contoh : batu marmer.

C. Perkembangan Bentuk Permukaan Bumi
Permukaan bumi bentuknya beragam (tidak rata) karena permukaan bumi mengalami proses pembentukan dengan kekuatan yang berbeda.
     Lapisan permukaan bumi selalu bergerak, berikut teori – teori tentang pergerakan lapisan permukaan bumi:

1. Teori Kontraksi
Teori ini dikemukakan oleh James Dana dan Elie De Baumant. Menurut mereka kerak bumi mengalami pengerutan karena terjadi pendinginan dibagian dalam bumi. Krena pengerutan itulah permukaan bumi tidak rata.

2. Teori Laurasia-Gondwana
       Teori ini dikemukakan oleh Eduard Zuess dan Frank B. Taylor. Menurut mereka pda mulanya dibumi ada dua benua (Laurasia dan Gondwana). Lalu kedua benua itu secara perlahan bergerak ke arah ekuator hingga terpecah – pecah dan menjadi sepertu sekarang. Teori mereka ini diyakini banyak ahli karenabentuk pecahan – pecahan benua itu tersambung dengat tepat apabila disambungkan.

3. Teori Apungan Benua
       Teori ini dikemukakan oleh Alfred Lothar Wegener. Menurutnya perkembangan bentuk permukaan bumi pada awalnya merupakan sebuah benua besar yang disebut pangea, dan sebuah samudra bernama Panthalasa.
          Bukti dari teori ini yaitu adanya garis pantai yang tepat jika disatukan (antara pantai timur Amerika bagian selatan dan pantai barat Afrika bagian selatan).

4. Teori Lempeng Tektonik
       Teori ini dikemukakan oleh Mc. Kenzie dan Robert Parker. Menurut mereka kerak bumi terdiri atas lapisan yang lebih padat yang disebut astenosfer. Aliran panas di astenosfer menyebabkan kerak bumi terpecah – pecah (lempeng tektonik) dan ini menjadi sumber tenaga bagi pergerakan lempeng.
          Ada tiga Pergerakan lempeng tektonik yaitu pergerakan lempeng yang saling mendekat,saling menjauh & saling menjauhi.
a. Pergerakan Lempeng Mendekat
          ini menyebabkan tumbukan yang slah satu lempengnya menunjam kebawah lempeng yang lain,lalu membentuk palung dan menjadi jalur gempa bumi.

b. Pergerakan Lempeng Saling Menjauh
          ini menyebabkan kerak bumi meregang hingga membentuk jalur vulkanisme. Namun,kedua lempeng tidak terpisah.

c. Pergerakan Lempeng Saling Melewati
          ini terjadi karena gerak lempeng sejajar ,tetapi arahnya berlawanan sehingga hanya bergesekan.

D. Tenaga Pengubah Bentuk Permukaan Bumi

Bentuk Permukaan bumi selalu mengalami perubahan akibat adanya tenaga geologi. Ada 2 jenis tenaga geologi yaitu tenaga endogen & tenaga eksogen. Tenaga endogen yaitu tenaga yang berasal dari dalam bumi. Tenaga eksogen yaitu berasal dari dalam bumi.

1. TENAGA ENDOGEN

       Tenaga ini bersifat membangun atau membentuk relief permukaan bumi. Tenaga endogen meliputi tektonisme, vulkanisme, & seisme.
a. Tektonisme
          yaitu tenaga endogen yang menyebabkan terjadinya perubahan letak lapisan permukaan bumi. Ada dua tektonisme epirogenesa dan arogenesa.
-  Epirogenesa
           Epirogenesa adalah proses perubahan bentuk daratan yang disebabkan oleh tenaga lambat dari dalam bumi dengan arah vertikal, baik ke atas maupun ke bawah melewati daerah luas. Ada dua Epirogenesa :
a. Epirogenesa positif, yaitu gerakan yang mengakibatkan turunnya lapisan kulit bumi, sehingga permukaan air laut terlihat naik.
b. Epirogenesa negatif, yaitu gerakan yang mengakibatkan naiknya lapisan kulit bumi, sehingga permukaan air laut terlihat turun.
-Orogenesa
Orogenesa adalah pergerakan lempeng tektonis yang sangat cepat dan meliputi wilayah yang sempit. Tektonik Orogenesa biasanya disertai proses pelengkungan (Warping, lipatan (Folding) patahan (Faulting) dan retakan (Jointing). Serta salah satu contoh hasil Orogenesa adalah deretan Pegunungan Mediterania.
b. Vulkanisme
Vulkanisme yaitu peristiwa yang sehubungan dengan naiknya magma dari dalam perut bumi. 2 macam vulkanisme yaitu Intrusi dan Erupsi.
1) Intrusi magma
 Intrusi magma menghasilkan berbagai bentukan didalam bumi yaitu :
  Batolit adalah batuan beku yang terbentuk di dalam dapur magma, sebagai akibat penurunan suhu yang sangat lambat.
  Lakolit adalah magma yang menyusup di antara lapisan batuan yang menyebabkan lapisan batuan di atasnya terangkat sehingga menyerupai lensa cembung, sementara permukaan atasnya tetap rata.
  Keping intrusi atau sill adalah lapisan magma yang tipis menyusup di antara lapisan batuan.
  Intrusi korok atau gang adalah batuan hasil intrusi magma memotong lapisan-lapisan litosfer dengan bentuk pipih atau lempeng.
  Apolisa adalah semacam cabang dari intrusi gang namun lebih kecil.
  Diatrema adalah batuan yang mengisi pipa letusan, berbentuk silinder, mulai dari dapur magma sampai ke permukaan bumi
2) Erupsi Magma
       Erupsi adalah fenomena keluarnya magma dari dalam bumi.
-          Erusi efusif terjadi karena tekanan gas magma yang lemah dengan material yang dikeluarkan berupa lelehan lava. Erupsi ini melalui retakan – retakan pada gunung api. Erupsi efusif bersifat membangun.
-          Erusi eksplosif (vulkanik) terjadi bila letusan menimbulkan ledakan dan memuntahkan meterial padat dan cair. Erupsi ini melalui pipa kawah. Erupsi eksplosif bersifat merusak.
3) Bentuk Gunung Api
Bentuk gunung api dipengaruhi oleh kekuatan letusan, sedangkan kekuatan letusan tergantung pada tekanan gas, kedalaman dapur magma, luas dapur magma, dan kekentalan magma. Bentuk gunung api dibagi menjadi :
a. gunung api Perisai, tersusun dari batuan aliran lava yang pada saat diendapkan masih cair, sehingga tidak sempat membentuk suatu kerucut yang tinggi (curam), bentuknya akan berlereng landai, dan susunannya terdiri dari batuan yang bersifat basaltik. Contoh bentuk gunung berapi ini terdapat di kepulauan Hawai.
b. gunung api maar terbentuk karena letusan eksplosifdari dapur magma yang kecil dan dangkal. Disekitar kepundan terbentuk cekungan (danau kawah)
c. gunung api strato terbentuk karena letusan materi gunung api merupakan campuran antara hasil erupsi efusif dan eksplosif.
4) Bahan – Bahan Yang Dikeluarkan oleh Gunung Api
- bahan padat : bom & lapilli.
- Wujud cair : lava & lahar.
Ekshalasi (gas) : gas belerang,uap air & karbondioksida.





5) Gejala Pasca Vulkanisme
a. Pasca vulkanik : fase dimana gunung tidak menampakan aktivitasnya, gejalanya adalah :
- dijumpai mata air panas (cth : ciater)
- adanya semburan api panas (geyser)
- ditemukan gas gunung api (furmarola), gas belerang (solfatar), dan karbondioksida (mofet)
b. Pra vulkanik : gejala akan terjadinya letusan gunung api, tandanya :
- suhu udara di sekitar gunung naik
- banyak tumbuhan kering
- terjadi peningkatan bau belerang
- terjadi gempa kecil
C. Gempa Bumi
Gempa Bumi (Seisme), adalah pergeseran lapisan batuan yang menyebabkan terjadinya getaran yang hebat. Gempa bumi pada umumnya dapat merusak permukaan bumi.
- Jenis – Jenis Gempa Bumi
a. Gempa bumi Vulkanik ( Gunung Api )
Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempabumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.



b. Gempa bumi Tektonik
Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi.
c. Gempabumi Runtuhan
Gempabumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.
d. Gempa bumi Buatan
Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.
2. TENAGA EKSOGEN
     Tenaga eksogen yaitu tenaga yang berasal dari luar bumi. Sifat umum tenaga eksogen adalah merombak bentuk permukaan bumi hasil bentukan dari tenaga endogen. Bukit atau tebing yang terbentuk hasil tenaga endogen terkikis oleh angin, sehingga dapat mengubah bentuk permukaan bumi.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar