Kamis, 02 Agustus 2012

Yang ku Tunggu . . .


Harus terbayang lagi bagaimana rasanya tahun kemarin seperti ini? Tidak harus kan ini terjadi lagi? Kenapa harus ini lagi dan lagi? Cukup bukan satu kali saja?
Entah, mungkin sayap itu akan hadir, tapi membayangkannya saja aku tak tahan. Andai periku tahu bagaimana pilunya aku. Jangan biarkan aku menangis disini, hari ini, esok bahkan saat yang aku tunggu. Meski desir ombak sedang tenang dan  burung-burung terbang di senja sore aku tetap saja tak menikmati ini. Bersyukur itu pasti, namun kecewa pun pasti.
Bukan cengeng, aku wanita yang peka seperti yang lainnya. Lirih, pilu, sendu, rindu telah ku rasakan berulang kali. Apadaya, rumput disana pun tak ingin mendengar nyanyianku.
Ya Tuhan. Tegarkan aku, bisiki aku dengan kesabaran. Sayapku rapuh, aku butuh penguat. Periku tolong jaga ini, kita, semuanya.
Aku sadar mungkin ini hanya sementara. Sementara yang sulit. Sementara yang rumit. Sementara yang butuh kesetian dalam penantian. Sementara yang memang harus kujalani. Ini jalanku, ini hidupku. Kau arahku, kau teman hidupku. Tunggu aku, aku menunggumu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar