Senin, 24 November 2014

Misteri Kontrakan Gue

Hal misterius ini terjadi bulan Oktober kemarin--Gue lupa tanggal berapa--. Kejadian itu bermula saat gue mampir ke kontrakan buat naruh Surat Izin gak masuk dan uang buat bayar kontrakan 300ribu rupiah. Oh ya, pas ke kontrakan, gue kesana ngendarain motor. Setelah gua taro uang itu di laci lemari paling atas beserta kunci dan surat izin gak masuk, pulanglah gue.
Dua hari kemudian, temen sekontrakan gue, Nova, SMS dan bilang kalo uang dan surat izin yang gue taro GAK ADA. Gue gak percaya kalo mereka hilang dan bepikiran kalo itu cuma 'permainannya' Nova. *Sorry Nov
Seminggu kemudian, gue ke kontrakan lagii dan baru percaya kalo duit dan surat izin gue HILANG! And you know what else? CELENGAN gue yang udah setengah isi pun HILANG! Hal yang membuat gue semakin yakin adalah pintu kontrakan gue yang kuncinya rusak! Nih :


Tapi gemboknya gak kenapa-kenapa, karena gembok bisa dilepas dengan dibuka bautnya:


Misterinya dimana, Riz?
Nah, misterinya, KENAPA CUMA UANG YANG DIAMBIL? Kan ada motor gue, kuncinya pun di tempat yang sama dengan uang yang gue taro. Dan, kenapa surat izin gue juga diambil?-_- sampe sekarang pun belum terjawab karena gua gak memperpanjang urusan ini dan cuma bisa ikhlas ajaaaaaaaaaaaa. Ikhlasssss... Ikhlassssss...

Minggu, 23 November 2014

DIFASC Tangerang

Here my collegemates. Dirgantara Flight Attendant School, Batch 1. hihi :3
Kata orang-orang kami DIFASC cabang Jakarta, padahal kami di Tangerang, loh. Tapi sebelahan sih sama Jakarta. Yaudahlah ya :p

Kamis, 25 September 2014

Hello my 17!

Alhamdulillah... Banyak banget rasa syukur buat Ilahi Robbi yang masih memberikan gue a wonderful life with many happiness and trouble and also I'm very thankful for all sweetest people around me. Love them so much!
Ini adalah ulang tahun terindah gue selama 17 tahun ini. Many surprices and gifts came to me! hoho
Tahun ini, ulang tahun gue (masih) di bulan ramadhan. Hari itu, gue gak ada niatan buat ngundang temen-temen, tapi Mamah nyuruh temen-temen dateng. Yuppp gue undung yang pada bisa dateng. How surprice it was, yang dateg lumayan banyak, hehe.
Seperti biasa, Ogi bangun sore padahal gue lagi ulang tahun, jahat yekan! >< Dia belum dateng disaat temen-temen udah pada dateng. Dia juga gak bantuin bakar ayam. huhuhu. Singkat cerita, kita makan-makan, ngobrol dengan asyiknya. Seinget gue sih yang dateng: Ines, Nada, Elsa, Yuni, Vinda, Juvita, Nufus, Imelda, Dinda, Nindy, dan Taufiq. Thanks guys!!! Sekitar ba'da magrib, gue dipanggil bapak gue. Eh si bapak cuma iseng. Pas balik ke tempat temen-temen kumpul, TADAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA THERE'S A SURPRICE FROM GHILMON!!! (Also with Kak Intan and Aup) Thanks ({}) They brought me a sweet birthday cake. Love you! Alhamdulillah, in my 17th ini full of MICKEY MOUSE. Sayangnya, gak semmpet foto all giftsnya. But thanks ya Allah

Rabu, 20 Agustus 2014

Luar Biasanya Matematika

Jika: A B C D E F G H I J K L M N O P
Q R S T U V W X Y Z
Sama Dengan: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26
Maka H+A+R+D+W+O+R+K ;
8+1+18+4+23+15+18+11=98%
K+N+O+W+L+E+D+G+E ;
11+14+15+23+12+5+4+7+5=96%
L+O+V+E;
12+15+22+5 = 54%
L+U+C+K ;
12+21+3+11 = 47%
Tidak ada yang membuatnya jadi
100%.
Lalu apa yang membuatnya
100% ???
Apakah MONEY? NO !!!
M+O+N+E+Y= 13+15+14+5+25=72%
Leadership? NO !!!
L+E+A+D+E+R+S+H+I+P=
12+5+1+4+5+18+19+8+9+16=97%
Setiap masalah ada solusinya,
hanya jikalau kita mungkin
menggantinya dengan "ATTITUDE".
A+T+T+I+T+U+D+E ;
1+20+20+9+20+21+4+5 = 100%
Maka ATTITUDE kita akan
Kehidupan dan Pekerjaan yang akan
membuat hidup kita menjadi 100%
sukses...
Sumber : akun kotak di fb.

Kamis, 24 Juli 2014

Our Crazy One

Sesuai foto di posting ini, kami konyol, kan? *IyainAja* :3
Foto ini diambil saat kami ada di sebuah restoran 'bukan cuma ayam'. Kita foto pakai aplikasi online namanya webcam toy. Lucu-lucu loh efeknya!
Pertama kali pakai foto ini untuk Display picture BBM, buanyak chat masuk! Semua chat isinya sama. Isinya bilang kalau kami mirip. Katanya, walaupun di fotonya muka kami dipisahin gak jelas gitu, tetap kayak muka yang gak dipisah. Gue sih Aamiin aja kalau maksudmya baik. Hehe.
Gak cuma untuk DP BBM, tapi gue posting juga di akun Instagram gue. Komentarnya pun tetap sama! Mirip! Xoxo...
So, what do you think about this picture? :B

Rabu, 23 Juli 2014

Ogi's Daily Activity

Mau tau gak apa aja sih kegiatan Ogi selama liburan semesternya dan ramadhan ini? Oke, check it out!
Kegiatan-kegiatan dia rutin dan mudah sekali untuk dihapal. Mulai dari... Emm.... Bangun tidur.
Bangun tidurnya Ogi itu gak kayak orang-orang pada umumnya. Selama ramadhan ini dia biasa bangun jam 14.00 keatas. Setelah dia bangun tidur kegiatan selanjutnya itu cuma ada 2. Main game (lagi) atau pulang ke rumahnya untuk mandi. Nah, dia kalau lanjut main game, akan pulang ke rumah saat mau magrib. Buka puasa terus mandi. Habis itu dia main ke rumah gue. Selanjutnya dia ke MTs lagi dan  begadang sampai habis subuh dan baru tidur. Bangun lagi jam 14.00 keatas dan begitu seterusnya.
Monoton ya? Tapi dia seneng-seneng aja, tuh. -_____-

Selasa, 22 Juli 2014

Cutest Rings Ever!

Oh my God! Those're lovely rings, aren't they? As a Mickey Mouse addict, I'm surely wanna have it!
I found it at a tumblr account---don't know who---. I told him, I want these rings but he just laughed at me.
My b'day is just 12 days remaining. Would you like to give me those rings as a gift??? ;;)

Mickey Mouse!!! *.*

______________$$$$$$$
_____________$$$$$$$$$
____________$$$$$$$$$$$
____________$$$$$$$$$$$
____________$$$$$$$$$$$
_____________$$$$$$$$$
_____$$$$$$_____$$$$$$$$$$
____$$$$$$$$__$$$$$$_____$$$
___$$$$$$$$$$$$$$$$_________$
___$$$$$$$$$$$$$$$$______$__$
___$$$$$$$$$$$$$$$$_____$$$_$
___$$$$$$$$$$$__________$$$_$_____$$
____$$$$$$$$$____________$$_$$$$_$$$$
______$$$__$$__$$$______________$$$$
___________$$____$_______________$
____________$$____$______________$
_____________$$___$$$__________$$
_______________$$$_$$$$$$_$$$$$
________________$$____$$_$$$$$
_______________$$$$$___$$$$$$$$$$
_______________$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$
_______________$$_$$$$$$$$$$$$$$__$$
_______________$$__$$$$$$$$$$$$$$$$$
______________$$$__$___$$$______$$$$
______________$$$_$__________$$_$$$$
______________$$$$$_________$$$$_$_$
_______________$$$$__________$$$__$$
_____$$$$_________$________________$
___$$$___$$______$$$_____________$$
__$___$$__$$_____$__$$$_____$$__$$
_$$____$___$_______$$$$$$$$$$$$$
_$$_____$___$_____$$$$$_$$___$$$
_$$_____$___$___$$$$____$____$$
__$_____$$__$$$$$$$____$$_$$$$$
__$$_____$___$_$$_____$__$__$$$$$$$$$$$
$
___$_____$$__$_$_____$_$$$__$$__$______$
$$
____$$_________$___$$_$___$$__$$_________$
_____$$_$$$$___$__$$__$__________________$
______$$____$__$$$____$__________________$
_______$____$__$_______$$______________$$
_______$$$$_$$$_________$$$$$$$__$$$$$$
__________$$$_________________$$$$$

Rabu, 18 Juni 2014

Bad Friend

Berbagai macam sifat & watak orang di dunia ini dan kebanyakan dari itu kita gak ngerti sama 'maunya'.
Ada orang yang baik bangeeeet, ada orang yang pinter tapi belagu, ada yang sok perfect, ada yg bossy, ah macem-macem, deh!
Gue bingung sama orang-orang yang gampang banget sensitifin orang. Maksudnya apa, gitu. Kayaknya mereka marah ya marah aja tanpa memikirkan apa yang telah diperbuat sama org yg gk dia sukain. Gak mikirin hal baiknya. Negatif terus. Tapi kebanyakan dari spesies mereka adalah orang yang seru untuk diajak bergurau.
Banyak banget orang yang kayak gitu disekeliling kita. Bahkan temen (yang dulunya) deket.
Sedangkan gue? Gue adalah tipe orang yang serba gak enakan, gak bisa lawan orang, dan selalu mengalah dengan keadaan. #Nasib. Gue sih gak punya tips buat masalah ini. Ya elo tau sendiri gue gak bisa lawan orang. Pesan gue sih kalo punya temen jangan terlalu deket. Biar kalo dijauhin gak sakit hati banget.

Senin, 28 April 2014

KENAPA?

KENAPA? KENAPA? KENAPAAAA? :'(
Iya, kenapa?
Ahoy! Lagi bingung + kesel berat nih. As you knew, gue lagi fokus jadi pramugari. Karena umur gue yang masih 16 ini, gue masuk salah satu Sekolah Pramugari. Kenapa? Ya, karena kalo sekarang ngelamar belum bisa. Gue belum punya KTP dan salah satu syarat melamar itu minimal berusia 18 tahun. Hfff
Awalnya, hopeless banget bisa keterima di Sekolah FA. Kenapa? Karena tinggi badan gue belum 160 dan berat badan belum ideal. Tapi ya gue coba daftar. Pas daftar tinggi gue 158, oke fix! Kurang 2 Cm.
Dengan kemauan yang keras, di rumah, gue bikin 4 garis di tembok yang berbeda buat nandain seberapa tinggi gue saat itu. Setelah itu, gue beli tali skipping dan susu Hi-Calsium. Gue skipping terussss. Saking semangatnya, gue beli obat peninggi badan yang dijual di internet. Gue coba paket 1/10 hari.
Sehabisnya obat itu, gue ukurlah tinggi badan gue di keempat tanda yang udah gue buat waktu itu. Dan ternyata, naik 1 Cm. Lumayan! Secara logika, berarti tinggi gue 159, dong?!
Nah. Tibalah disaat gue ngukur seragam kuliah. Disana, gue ukur TB lagi. Dan lo tau? TB gue cuma 157. What the hell!!!!! Padahal akhir2 ini gue ngerasa lebih tinggi dr kemaren. Dan gue sempet ngukur di tanda gue, gue naik lagi kok. Tapi itu kenapa 157?!!
Ini apa yang salah?! Apakah gue memendek? *yakaliiiii*. Dari kejadian ini, gue ambil positifnya aja walaupun hati gue terbakar. Positifnya, gue ada semangat buat skipping dan terus ninggiin badan biar diterima di maskapai ternama tahun depan. Aamiin.
At least, sekarang gue harus berjuang untuk dapetin angka 500/hari dalam skipping dan selalu berdoa agar bulan Juni nanti TB gue 160. T^T doain ya.

Minggu, 27 April 2014

Caringin Tilu, What an Awsome Place!

Walau cuma sehari, jalan-jalan ke tempat ini rasanya seneng banget! Walau gak puas sih, tapi kalo nurutin puas, kapan puasnya ya? Hehe. Kemaren, kami pergi ke Caringin Tilu atau yang bisa disebut CarTil. Tempat ini letaknya jauh dan tinggi. Buat nyampe ke Cartil, kami harus nanjak ke pegunungan. Untungnya sih bisa naik kendaraan. Hihi. Gak kebayang deh kalo jalan kaki.
Cartil ini bisa dibilang tempat buat kumpul bareng. Di tempat ini, kita juga bisa ngeliat Kota Bandung dari atas. Walaupun dari atas cuma keliatan lampu-lampu Kota Bandung, tapi keren banget, loh. Kayak bintang! Tapi bintang-bintang di bumi. Selain itu, di Cartil kita bisa liat sunrise. Huaaaa kerennya. SubhanaAllah! Di Cartil dingin banget loh! Sampe-sampe, kopi panas yang baru 5 menit nyampe di meja, langsung dingin! Gimana enggak? Di daratan Bandung aja udah dingin banget, lah ini di atas pegunungan Bandung. Kebayang dong? Brrrrr ....
Okay, these are the photos at Caringin Tilu, guys!

Sudah

Aku memerhatikan lilin di meja kayu itu. Apinya kecil, begitu indah dipandang saat malam seperti ini. Setia sekali menemaniku. Mencerahkan malam yang gelap saat bintang dan bulan tak menampakkan wujudnya. Begitu pula dengan angin yang melengkapi heningnya malam.
Aku membiarkan suasana ini berjalan seiring waktu. Menikmati setiap detik dan angin yang membelai jilbabku. Tik tok... Aku melamun untuk beberapa saat...  *ZWAAHH* Api lilin itu jatuh dan mengenai taplak meja. Api cepat sekali membakar dan menghanguskannya. Tak puas dengan itu, api pun melalap meja yang terbuat dari kayu. Ah... Tidak! Angin, angin yang membuat lilin itu jatuh dan memporak porandakan malamku. Aku telah berteriak. Namun, tak ada yang menghiraukanku. Aku terjebak di dalam api yang mengelilingiku. Panas! Tolong! Sudah!

Iya, mungkin itu sepenggalan ilustrasi yang bisa menggambarkan suasana hati gue saat ini. *tsahh* Mmm... Kita anggap aja lilin itu Ogi, Angin itu si---yang namanya tidak bisa disebutkan---dia, dan tokoh Aku itu gue. Seperti yang gue gambarkan diatas, lilin itu setia banget nemenin gue, angin yang kadang ngelengkapin tapi juga ngeganggu. Selama 2,5 tahun perjalanan cinta gue dengan Ogi ini gua biarkan semua sejalan dengan waktu yang kami lewatin. Awalnya, gue gak ngerasa keganggu sama si angin ini tapi entah, sekarang gue ngerasa keganggu banget. Gak tau deh, apa karena dulu gue gak peka atau emang gak mau mikirin begituan, gue baru sadar atas ketidakenakan ini.
I'm glad 'cause I punya lelaki yang udah berusaha untuk terlepas dari jeratan masa lalu. Walau, maybe I know that sometime he was think about them but so do I. -_-hehe. Dia gak mau inget lagi dengan dulunya, tapi kok makin kesini makin ada yang ingetin. :))))))
Truely, angin ini emang bikin panas seperti cuplikan di atas. Bikin gue terjebak! Terjebak sama pikiran dan angan-angan gue sendiri. Tapi yaudahlah ya, cuma mau bilang sudah, kok.
Sudah, jangan diingatkan lagi.

Pertanyaan-Pertanyaan Nyesek

Ahoy! Long time not posting in this blue blog. Hehe.
Oke, sesuai judulnya, gue bakal sebutin pertanyaan-pertanyaan yang bikin nyesek sepanjang masa.
Wait, before it, I wanna tell you why those questions make me nyesek! Pertanyaan-pertanyaan ini adalah pertanyaan yang menyangkut masa depan gue yang deket. Gitu deh. As you know, kemarin ini gue ngebet banget pengen masuk universitas negeri jempolan, tapi sekarang semua itu terasa cuma sentilan. Udah lewat gitu aja. Bahkan SNMPTN gue, terpaksa gue cabut demi masa depan yang sedang gue seriusin ini. Tau kan gimana rasanya? Bisa rasain, kan? Disaat siswa lain pengen dapet kesempatan SNMPTN, gue malah cabut gitu aja!---Yaudahlahya---
These are the questions:
1. Mau lanjut kemana, Riz?
Hmm, pertanyaan ini bikin gue keinget dengan SNMPTN dan sejuta angan gue tentang UNS. Please jangan nanya ini. T^T
2. Loh? Kok dicabut sih? Sayang banget Riz.
IYA GUE TAU, KOK. :')
3. Kalo gitu, lu mau lanjut kemana?
Ini nih, awal pertanyaan yang urusannya bisa bikin panjang! "Sekolah Pramugari," Jawab gue.
4. Oh ya? Maskapai apa?
Ini bukan pertanyaan nyesek, tapi pertanyaan yang bikin gondok. Kenapa? Soalnya, gue itu sekolah pramugari, belum ngelamar kerjanya.
5. Wah berarti lepas kerudung, dong?
Ini nih, nyesekkkkkkk banget. Ya gimana lagi ya. Udah peraturan dari maskapainya, jadi gak bisa nolak deh. Tapi pas kerja aja kok dibukanya. :)))))
6. Emang dibolehin sama Ogi?
Hmm, gimana ya. Sebel sih ditanya begini. Tapi banyak juga yang nanya gini.
Ya, kira-kira begitu deh pertanyaan-pertanyaan yang sedang banyak ditanya. Hfffff. Semoga pertanyaan itu bisa jadi tamparan buat gue biar masa depan gue ini lebih lebih diseriusin karena pengorbanannya udah banyak banget! Huaaaaa... Doain ya!

Minggu, 19 Januari 2014

I'm Broken

He was text me, while I was reading an article. I hasn't been reply. He mad.
He came, his eyes killed me in the deep.
He read my replied. He wanna went to home.
I put his motorcycle's key. He was strike the motorcycle helmet and he said to me in harsh manner. I shocked.
He saw me crying, but he did nothing. He mad me more.
He pointed me, my heart was broken.
I'm a girl,please.
I'm broken, I'm broken, I'm broken.

Selasa, 07 Januari 2014

Kata Pengantar

Bagian-bagian dari kata pengantar yang terdapat di setiap paragrafnya yaitu:
- Paragraf 1 : Ucapan puji syukur;
- Paragraf 2 : Judul karya tulis;
- Paragraf 3 : Tujuan makalah;
- Paragraf 4 : Ruang lingkup pembahasan;
- Paragraf 5 : Ucapan terimakasih;
- Paragraf 6 : Kritik dan saran.

Untuk contoh makalahnya nyusul, ya.

*Sumber: guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah.

Kembalikan Anugerahku

Burung-burung telah berkicau menyambut para ibu pergi ke pasar. Sinar dari jendela kamar telah menusuk mata Arum. Ia pun terbangun dan lekas ke kamar mandi. Seperti biasanya, ia amat senang karena hari ini adalah hari yang paling ia sukai. Iya, hari Minggu. Hari yang bebas dari sekolah dan kegiatannya hanya di depan laptop, tangannya mengenggam handphone, telinganya memakai headset serta es jeruk di mejanya.
Sudah dua puluh menit Arum di kamar mandi, tetapi ia tetap belum keluar. Ibunya memanggil dengan suara yang penuh emosi.
“Arum!!!” teriak ibunya. Arum tidak menjawab panggilan Ibunya dan tetap menyanyi.
“Aruuum!!!” panggilan kedua dari ibunya sambil mengetuk pintu kamar mandi beberapa kali.
“Iya, Bu. Sebentar lagi, ya.”
“Kamu itu kalau mandi jangan lama-lama, dong! Adik-adik kamu juga mau mandi. Habis mandi kamu setrika pakaian, ya. Ibu mau masak,”
“Loh? Biasanya juga Ibu habis masak masih sempat nyetrika baju, kan.”
“Iya, tapi hari ini kakak sepupumu mau datang. Dia mau cari pekerjaan di daerah sini.”
“Oh, Kak Ina? Arum udahan, kok. Sebentar ya,”
Tak lama kemudian, Arum siap untuk menyetrika. Lalu ia pun memulainya walau dengan rasa kesal karena harinya terganggu. Namun apa daya, ia memang harus membantu ibunya. Lagi pula, ia amat senang karena Kak Ina akan datang. Ia sangat sayang kepada Kak Ina.
“Tok tok tok…” Suara pintu diketuk.
“Kak Ina! Ibu, Kak Ina sudah datang! Hore…” teriak Arum. Orang tua dan kedua adik Arum segera menghampiri. Mereka berlima pun menyambut Kak Ina dengan hangat dan mengajaknya beribadah bersama.
Keesokan harinya, ibu Arum ingin pergi ke Medan untuk beberapa pekan karena ayahnya sakit. Ia harus pergi sendiri karena Arum dan adik-adiknya harus sekolah, serta ayahnya yang harus bekerja.
Selama ibunya pergi ke Medan, Arum harus menjaga adik-adiknya serta merawat kebersihan rumah. Setiap malam ia tidur dengan kedua adiknya, sedangkan kamarnya ditempati oleh Kak Ina.
Di suatu malam, saat pukul 23.15 Arum terbangun dari tidurnya dan merasa amat haus. Minum yang telah ia siapkan di kamarnya telah habis. Ia pergi ke dapur untuk mengambil minum lagi. Saat ingin keluar dari kamarnya, ia melihat ayahnya keluar dari kamar. Arum pun menunda pergi ke dapur dan memilih untuk memerhatikan ayahnya. Ayahnya pergi ke kamar Arum. Setelah itu Arum pergi mengambil minum dan kembali ke kamar untuk tidur.
Malam berikutnya, pukul 22.43 Arum belum tertidur karena laporan ilmiahnya belum selesai. Terdengar denyitan pintu terbuka. Arum kaget dan segera mendekati pintu kamarnya dan mengintip ke luar. Ia takut ada sesuatu yang buruk terjadi. Saat ia mengintip, dilihatnya ayahnya sedang berjalan ke luar dari kamarnya. Malam itu, ayahnya pergi ke kamar Arum lagi. Kamar yang ditempati Kak Ina. Arum berpikir bahwa ayahnya mungkin hanya ingin mematikan lampu kamar Kak Ina yang masih menyala walau sudah tengah malam.
Arum tetap berpikir positif walau sudah dua kali melihat ayahnya keluar dari kamarnya. Pada malam-malam berikutnya Arum sering mendengar denyitan pintu kamar ayahnya terbuka. Ia tak bisa tetap berpikir positif. Ia sudah terlalu sering melihat ayahnya pergi ke kamar Kak Ina. Tambahan pula, ia kemarin malam melihat ayahnya mengajak Kak Ina keluar kamarnya dan pergi ke ruang tamu di pukul yang sama seperti malam-malam sebelumnya.
Tanpa memberitahukan Arum dan keluarganya di rumah, keesokan harinya ibunya pulang dari Medan. Ibunya tiba malam hari pukul 22.57. Tanpa disangka, ibunya melihat ayah Arum sedang duduk berdua dengan Kak Ina di ruang tamu. Bercanda ria, bermesraan tanpa suara. Ibunya marah, membentak mereka.
“Sedang apa kalian?! Macam-macam kau, pak?”
“eng…….ng….nggaklah, mah.”
“Halah! Dasar kau pria tua mata keranjang! Dan kau! Perempuan tak tahu diri!” lalu ibu Arum pergi ke kamar, lalu membanting pintu. Arum dan kedua adiknya terbangun menyaksikan kejadian tadi.
Pagi harinya, ibu Arum mengusir Kak Ina. Kak Ina pindah ke daerah yang tidak jauh dari tempat tinggal Arum. Arum hanya dapat menangis melihat semua yang terjadi pada keluarganya. Pilu rasanya mengalami semua itu. Adik-adiknya pun merasa sangat sedih. Ia berdoa kepada Tuhan supaya tak ada lagi hal-hal yang merusak keluarganya.
“Mengapa ini semua tejadi padaku, Tuhaaaaaaaaaan?” katanya dalam hati.
Apa yang Arum harapkan belum bisa dikabulkan oleh Tuhan. Hari-hari berikutnya tetap menjadi hari yang sulit bagi keluarga mereka. Terutama pada ibu Arum. Ibunya sangat terpukul akibat peristiwa kemarin. Ia tak menyangka, lelaki yang amat dicintainya itu mengkhianatinya mentah-mentah. Janjinya hanya janji busuk. Ingin sekali ia pergi meninggalkan suaminya, namun cintanya begitu besar sehingga ia masih dapat bersabar dan menerima kenyataan pahit ini.
Ternyata walaupun Kak Ina sudah tidak tinggal di rumah Arum lagi, ayahnya tetap mengunjungi Kak Ina dan sering membawakan makanan ke tempat tinggal Kak Ina sekarang. Ibunya tau akan hal itu. Ibu Arum kembali marah. Keluarga besar Arum pun berdatangan ke rumahnya untuk menyelesaikan masalah yang bertubi-tubi ini. Masalah yang tidak ada buntutnya. Setelah semua telah hadir, siding keluarga pun dimulai. Perdebatan dan pertengkaran pun terjadi dalam siding keluarga itu. Arum hanya terdiam melihat itu.
“Saya sudah tidak kuat menahan emosi ini. Saya sudah muak melihat mukanya!” ucap Ibu Arum.
Kali ini ayahnya diusir oleh ibunya dan Kak Ina juga diusir untuk kembali lagi ke Medan atas persetujuan sidang keluarga yang telah dilaksanakan itu. Arum dan kedua adiknya menangis dan memohon kepada ibunya agar ayah mereka tidak diusir. Tetapi, keputusan itu sudah tak bisa diubah. Ibunya tetap mengusir ayahnya dan memilih untuk mengurus Arum dan kedua adiknya sendirian. Ibu Arum adalah wanita yang kuat dan tegar, namun bagaimana pun wanita tetap memerlukan pria disampingnya. Begitu pun sebaliknya.
Telah berbagai upaya dilakukan oleh Arum agar orangtuanya dapat bersatu kembali. Ia rindu saat ia dapat berkumpul bersama keluarganya dengan lengkap. Ia rindu melihat ayah dan ibunya berdiskusi tentang keluarganya. Ia rindu bercanda dengan ayahnya. Ia iba melihat ibunya berjuan menafkahi keluarganya sendirian. Ini kenyataan pedih, goresan takdir yang tajam! Ingin rasanya ia akhiri hidupnya. Namun ia sadar dengan kewajibannya. Ia adalah seorang anak yang harus berbakti kepada orangtuanya. Membantu ibunya yang sedang berjuang sendirian.
“Tuhan tidak tidur, Tuhan tau apa yang aku rasakan. Kuatkan aku, kuatkan Ibuku, Tuhan.” Doa Arum sebelum tidur.
Satu tahun setelah itu, ayahnya pulang kerumah. Ia rindu kepada anak-anaknya karena sudah lama tidak bertemu mereka. Baru sampai depan halaman rumahnya, ayahnya sudah diusir oleh Ibu Arum.
“Mau ngapain kau kesini? Pergi sana! Pergi!” perintah Ibu Arum kepada Ayah Arum. Hancur rasanya hati Arum melihat mereka berkelahi walau sudah lama tak bertemu.
Suatu hari, saat siang akan berganti malam Arum belum juga pulang ke rumah. Ibunya khawatir. Hingga pukul 21.00 pun Arum belum pulang. Ibu dan adik-adiknya panik. Ibunya menelepon teman-teman Arum dan sanak saudaranya. Ternyata Arum sedang di rumah bibinya. Ia sedang memohon kepada bibinya agar mengadakan kembali sidang keluarganya. Arum ingin ayahnya kembali lagi. Dan akhirnya sidang keluarga itu pun kembali dilaksanakan. Ibu Arum tetap tidak ingin kembali bersatu dengan Ayah Arum karena bagaimana pun rasa sakit di hatinya masih amat menyayat dan tidak terima kenyataan bahwa wanita itu adalah keponakannya sendiri.
Hidup memang perih. Banyak kenyataan yang benar-benar pahit untuk dilewati walaupun kita sudah merasa tidak kuat bertahan dikencangnya badai. Semua takdir adalah baik. Setiap peristiwa dalam hidup ini pun baik. Hanya bagaimana diri ini menghadapinya. Yang terpenting adalah kita harus selalu kuat dalam keadaan apapun dan bersyukur atas hari-hari yang telah diberikan oleh Tuhan.
Setahun kemudian, Ayah Arum kembali lagi mengunjungi anak-anaknya. Kali ini, ibunya menerima kedatangan ayahnya dan mengizinkan untuk menginap beberapa hari. Seperti ini saja Arum sudah bersyukur.
“Kapan ya keluargaku setiap hari seperti ini lagi,” pikir Arum.
Seiring berjalannya waktu, ayahnya semakin sering mengunjungi anak-anak dan istrinya. Ibu Arum semakin bisa menerima Ayah Arum kembali. Karena Ibu Arum menanggapi Ayah Arum dengan baik, keluarga besarnya pun menikahkan mereka kembali sesuai dengan budaya mereka. Walaupun awalnya Ibu Arum belum ikhlas sepenuhnya atas apa yang suaminya lakukan, namun kini mereka tetap besama di satu rumah dengan keluarga yang lengkap.
Arum sangat bersyukur dan dapat menghargai setiap detik dalam hidupnya. Kini apa yang ia inginkan telah terwujud. Orangtuanya telah bersama lagi dan semoga tidak akan ada pertengkaran yang dapat merusak keharmonisan keluarganya. Baginya kelarga adalah anugerah terindah yang diberikan Tuhan, anugerah yang harus selalu dijaga sampai hembusan nafas terakhir. Terimakasih, Tuhan.
☼☼☼